Thalasemia

Thalasemia merupakan penyakit menurun yang ditandai dengan gangguan dan ketidakmampuan memproduksi eritrosit dan hemoglobin. Gejala penyakitnya bervariasi, dapat berupa anemia, pembesaran limpa dan hati atau pembentukan tulang muka yang abnormal.

Penyakit Thalasemia

Limpa berfungsi membersihkan sel darah yang rusak. pembesaran limpa pada penderita thalasemia terjadi karena sel darah merah yang rusak sangat berlebihan sehingga kerja limpa sangat berat. Selain itu, tugas limpa juga lebih diperberat unutk memproduksi sel merah lebih banyak.

Thalasemia

Thalasemia

Tulang muka merupakan tulang pipih. Tulang pipih berfungsi memproduksi sel darah. Akibat, thalasemia tulang pipih akan berusaha memproduksi sel darah merah sebanyak-banyaknya hingga terjadi pembesaran tulang pipih. Pada muka hal ini dapat dilihat dengan jelas karena adanya penonjolan dahi, menjauhnya jarak antara kedua mata dan menonjolnya tulang pipi.

Sampai saat ini belum ada obat thalasemia yang dapat menyembuhkan penyakit thalasemia secara total. Pengobatan talasemia yang paling optimal adalah tranfusi darah seumur hidup. Kelahiran penderita thalasemia dapat dicegah dengan dua cara. Pertama, mencegahnya perkawinan antara dua pembawa sifat thalasemia. Kedua, memeriksa janin yang dikandung oleh padangan pembera sifat dan menghentikan kehamilan janin bila dinyatakan sebagai penderita thalasemia.

Pengobatan Thalasemia

Sampai saat ini, pengobatan medis belum menemukan obat yang dapat menyembuhkan thalasemia, satu-satunya perawatan dapat dilakukan adalah dengan melakukan tranfusi darah. Untuk menghindari dampak buruk tranfusi darah, penderita thalasemia juga harus melakukan terapi klasik agar zat besi yang terkandung dalam tubuh secara berlebihan dapat dikeluarkan. Pengobatan atau pencegahan yang paling efektif adalah dengan menghindari pernikahan pada penderita yang memiliki resiko tinggi terhadap thalasemia.

Jika salah satu pasangan memiliki resiko tinggi terhadap thalasemia kemungkinan besar akan menurun pada anaknya dengan tingkat risiko yang lebih tinggi dan menghasilkan anak penderita thalasemia dengan gen bawaan dari orangtua. Akibat yang terjadi jumlah penderita thalasemia semakin meingkat tajam.

Gejala umumnya dari thalasemia hampir sama dengan penyakit anemia, yakni wajah terlihat mudah pucat karena kekurangan sel darah merah, selera makan yang berkurang, tubuh mudah merasa cepat lelah, keseimbangan tubuh yang mulai berkurang, mudah sakit dsb.

Jika mengalami gejala diatas segerakan memeriksakan diri apakah terkena anemia atau thalasemia, agar cepat mendapatkan perawatan dan pengobatan sebelum penyakit tersebut berdampak buruk.

Jenis Penyakit Thalasemia

Penyakit thalasemia mayor beta biasanya terjadi akibat suatu kegagalan dalam hal sintesis rantai globin beta baik secara parsial atau juga secara total. Dan dengan cara seperti itu maka menyebabkan gangguan terjadinya sintesis hemoglobin dan juga pada kasus penyakit anemia kronik. Jika pewarisan adalah autosimal resesif. Dan selain itu juga kelainan yang terjadi pada gen globin beta yang bisanya dalam bentuk suatu mutasi pada titik yang bisa mempengaruhi ekspresi gen atau juga dalam hal pengolahan dari messenger RNA. Sudah diketahui bahwa beragam dari bentuk mutasi dan juga dari keragaman ini bisa menjadi penyebab atas luasnya variasi stadium kondisi penyakit ini.

Komplikasi yang terjadi dari penyakit talasemia mayor adalah membutuhkan transfusi darah selama seumur hidup mereka. Dan pada penyakit thalasemia mayor mempunyai komplikasi yang terjadi lebih sering dibandingkan dengan penyakit thalasemia intermedia. Komplikasi nerumuskular yang tidak jarang terjadi. Biasanya untuk pasien yang mengalami masalah terlambat berkalan. Sindrom seperti neupati juga kemungkinan terjadi dengan ditandai suatu kelemahan pada otot-otot dengan proksimal. Dan paling utama adalah suatu ektremitas akibat terjadinya iskemia serebral yang bisa muncul pada episode suatu kelainan secara neruologik fokal ringan. gangguan yang terjadi pada pendengaran kemungkinan juga bisa terjadi pada kebanyakan kasus penyakit anemia hemolitik atau juga diseritropoitik lainnya ada suatu peningkatan kecenderungan dari terbentuknya batu pigmen yang letaknya ada di dalam kandung empedu. Selain itu, serangan pirai sekunder yang bisa muncul akibat dari trun over sel yang ada di dalam sumsum tulang hemosiderosis akibat dari transfusi darah yang harus dilakukan secara berulang kali atau juga salah satu pemberian dari obat thalasemia yang mengandung kandungan besi di dalamnya.

Pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan pemberian selatin azen misalnya adalah dalam hal desferal. Penyakit hepatitis yang terjadi setelah pemberian transfusi darah juga bisa ditemukan paling utama jika darah yang ditransfusikan atau juga komponennya yang tidak diperiksa terlebih dahulu dengan adanya suatu keadaan dari patogen misalnya adalah seperti HbsAg dan juga anti HCV. Penyakit HIV AIDS dan juga jenis penyakit Creutzfeldt Jacob yang bisa juga ditularkan lewat transfusi darah.

Hemosiderosis yang bisa mengakibatkan terjadinya penyakit sirosis hati hepatis, penyakit diabetes melitus dan juga penyakit jantung. Pigmentasi yang terjadi pada kulit akan mengalami peningkatan jika ada hemosiderosis akibat dari suatu peningkatan pada endapan melanin dikatalisasi oleh suatu endapan besi yang mengalami peningkatan. Dengan chellatin agentis hiperpigmentasi ini bisa dikoreksi lagi. Tidak secra menahun pada kaki dan biisa dijumpai pada deformitas dibagian skelet, tulang aatu sendi yang kemungkinan bisa juga terjadi. Deformitas pada muka yang kadang terjadi juga bisa dengan kasus yang berat sehingga bisa memberikan suatu gambaran yang lebih menakutkan lagi dan membutuhkan operasi untuk mengoreksinya. Pembesaran pada limpa yang bisa menyebabkan terjadinya hiperplenisme yang bisa menyebabkan terjadi trombositopenia dan juga pendarahan.

Thalasemia


=====================================

>>> Jeli Gamat Luxor Untuk Mengatasi Penyakit Thalasemia dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Thalasemia and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.