Thalasemia

Thalasemia merupakan penyakit menurun yang ditandai dengan gangguan dan ketidakmampuan memproduksi eritrosit dan hemoglobin. Gejala penyakitnya bervariasi, dapat berupa anemia, pembesaran limpa dan hati atau pembentukan tulang muka yang abnormal.

Penyakit Thalasemia

Limpa berfungsi membersihkan sel darah yang rusak. pembesaran limpa pada penderita thalasemia terjadi karena sel darah merah yang rusak sangat berlebihan sehingga kerja limpa sangat berat. Selain itu, tugas limpa juga lebih diperberat unutk memproduksi sel merah lebih banyak.

Thalasemia

Thalasemia

Tulang muka merupakan tulang pipih. Tulang pipih berfungsi memproduksi sel darah. Akibat, thalasemia tulang pipih akan berusaha memproduksi sel darah merah sebanyak-banyaknya hingga terjadi pembesaran tulang pipih. Pada muka hal ini dapat dilihat dengan jelas karena adanya penonjolan dahi, menjauhnya jarak antara kedua mata dan menonjolnya tulang pipi.

Sampai saat ini belum ada obat thalasemia yang dapat menyembuhkan penyakit thalasemia secara total. Pengobatan talasemia yang paling optimal adalah tranfusi darah seumur hidup. Kelahiran penderita thalasemia dapat dicegah dengan dua cara. Pertama, mencegahnya perkawinan antara dua pembawa sifat thalasemia. Kedua, memeriksa janin yang dikandung oleh padangan pembera sifat dan menghentikan kehamilan janin bila dinyatakan sebagai penderita thalasemia.

Pengobatan Thalasemia

Sampai saat ini, pengobatan medis belum menemukan obat yang dapat menyembuhkan thalasemia, satu-satunya perawatan dapat dilakukan adalah dengan melakukan tranfusi darah. Untuk menghindari dampak buruk tranfusi darah, penderita thalasemia juga harus melakukan terapi klasik agar zat besi yang terkandung dalam tubuh secara berlebihan dapat dikeluarkan. Pengobatan atau pencegahan yang paling efektif adalah dengan menghindari pernikahan pada penderita yang memiliki resiko tinggi terhadap thalasemia.

Jika salah satu pasangan memiliki resiko tinggi terhadap thalasemia kemungkinan besar akan menurun pada anaknya dengan tingkat risiko yang lebih tinggi dan menghasilkan anak penderita thalasemia dengan gen bawaan dari orangtua. Akibat yang terjadi jumlah penderita thalasemia semakin meingkat tajam.

Gejala umumnya dari thalasemia hampir sama dengan penyakit anemia, yakni wajah terlihat mudah pucat karena kekurangan sel darah merah, selera makan yang berkurang, tubuh mudah merasa cepat lelah, keseimbangan tubuh yang mulai berkurang, mudah sakit dsb.

Jika mengalami gejala diatas segerakan memeriksakan diri apakah terkena anemia atau thalasemia, agar cepat mendapatkan perawatan dan pengobatan sebelum penyakit tersebut berdampak buruk.

Jenis Penyakit Thalasemia

Penyakit thalasemia mayor beta biasanya terjadi akibat suatu kegagalan dalam hal sintesis rantai globin beta baik secara parsial atau juga secara total. Dan dengan cara seperti itu maka menyebabkan gangguan terjadinya sintesis hemoglobin dan juga pada kasus penyakit anemia kronik. Jika pewarisan adalah autosimal resesif. Dan selain itu juga kelainan yang terjadi pada gen globin beta yang bisanya dalam bentuk suatu mutasi pada titik yang bisa mempengaruhi ekspresi gen atau juga dalam hal pengolahan dari messenger RNA. Sudah diketahui bahwa beragam dari bentuk mutasi dan juga dari keragaman ini bisa menjadi penyebab atas luasnya variasi stadium kondisi penyakit ini.

Komplikasi yang terjadi dari penyakit talasemia mayor adalah membutuhkan transfusi darah selama seumur hidup mereka. Dan pada penyakit thalasemia mayor mempunyai komplikasi yang terjadi lebih sering dibandingkan dengan penyakit thalasemia intermedia. Komplikasi nerumuskular yang tidak jarang terjadi. Biasanya untuk pasien yang mengalami masalah terlambat berkalan. Sindrom seperti neupati juga kemungkinan terjadi dengan ditandai suatu kelemahan pada otot-otot dengan proksimal. Dan paling utama adalah suatu ektremitas akibat terjadinya iskemia serebral yang bisa muncul pada episode suatu kelainan secara neruologik fokal ringan. gangguan yang terjadi pada pendengaran kemungkinan juga bisa terjadi pada kebanyakan kasus penyakit anemia hemolitik atau juga diseritropoitik lainnya ada suatu peningkatan kecenderungan dari terbentuknya batu pigmen yang letaknya ada di dalam kandung empedu. Selain itu, serangan pirai sekunder yang bisa muncul akibat dari trun over sel yang ada di dalam sumsum tulang hemosiderosis akibat dari transfusi darah yang harus dilakukan secara berulang kali atau juga salah satu pemberian dari obat thalasemia yang mengandung kandungan besi di dalamnya.

Pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan pemberian selatin azen misalnya adalah dalam hal desferal. Penyakit hepatitis yang terjadi setelah pemberian transfusi darah juga bisa ditemukan paling utama jika darah yang ditransfusikan atau juga komponennya yang tidak diperiksa terlebih dahulu dengan adanya suatu keadaan dari patogen misalnya adalah seperti HbsAg dan juga anti HCV. Penyakit HIV AIDS dan juga jenis penyakit Creutzfeldt Jacob yang bisa juga ditularkan lewat transfusi darah.

Hemosiderosis yang bisa mengakibatkan terjadinya penyakit sirosis hati hepatis, penyakit diabetes melitus dan juga penyakit jantung. Pigmentasi yang terjadi pada kulit akan mengalami peningkatan jika ada hemosiderosis akibat dari suatu peningkatan pada endapan melanin dikatalisasi oleh suatu endapan besi yang mengalami peningkatan. Dengan chellatin agentis hiperpigmentasi ini bisa dikoreksi lagi. Tidak secra menahun pada kaki dan biisa dijumpai pada deformitas dibagian skelet, tulang aatu sendi yang kemungkinan bisa juga terjadi. Deformitas pada muka yang kadang terjadi juga bisa dengan kasus yang berat sehingga bisa memberikan suatu gambaran yang lebih menakutkan lagi dan membutuhkan operasi untuk mengoreksinya. Pembesaran pada limpa yang bisa menyebabkan terjadinya hiperplenisme yang bisa menyebabkan terjadi trombositopenia dan juga pendarahan.

Thalasemia

Posted in Thalasemia | Tagged , , , , , , | Comments Off on Thalasemia

Gejala Thalasemia

Gejala Thalasemia – untuk semua penyakit sebenarnya mempunyai beberapa tanda tanda atau gejala, penyebab, obatnya dan cara mencegahnya. Termasuk juga dengan penyakit thalasemia yang akan kami jelaskan gejala nya dibawah artikel ini. thalasemia adalah penyakit yang terjadi pada sel darah merah yang mengalami kekurangan. Biasanya penyakit ini terjadi ada penyebabnya. Yang penyebabnya seperti wanita yang sedang mengalami haid atau menstruasi, kehamilan, obat obatan, makanan yang mengandung asam folat dan zat besi untuk kurang dikonsumsi, faktor keturunan, penderita penyakit yang sudah kronis, seperti penyakit kanker, ginjal dan lupus serta masih banyak lagi, penyakit lambung hingga sistem pencernaan juga bisa dijadikan penyebabnya.

Gejala Penyakit Thalasemia

Tetapi masalah ini memang cukup rumit untuk kita hadapi. Namun jangan berkecil hati, karena setiap penyakit pasti memiliki pengobatannya. Dan jika mengenai masalah ini, kita dapat menggunakan buah naga dan daun sirsak. Yang jika buah bisa langsung dimakan dan daun sirsak yang sebelumnya harus direbus dahulu, sehingga membentuk sebuah minuman. Ada beberapa macam makanan yang tidak boleh di makan oleh penderita thalasemia ini, yaitu daging merah, jeroan, telur dan minuman yang beralkohol. Sering kali penyakit ini dikaitkan dengan penyakit anemia. siapa pun bisa mengalaminya tanpa ada batasan usia atau umur sekalipun.

Gejala Thalasemia 

Pada penjelasan kali ini dan di paragraf ini, akan kami jelaskan mengenai gejala thalasemia yang akan terjadi. Dan semua nya harus diketahuinya, supaya dapat dicegah dengan gerakan yang cepat.

  • Pembengkakan perut

Perut yang mengalami pembesaran atau pembengkakan sebenarnya sangat banyak sekali yang menjadikan ciri cirinya. Busung lapar, gizi buruk dan perut buncit adalah penyakit yang terjadi pada bagian perut. Namun gejala thalasemia juga bisa mengalami hal atau kondisi seperti ini. jika sudah terjadi ini, kalian harus perlu waspada terhadapnya, dan segeralah melakukan pencegahan dengan cepat mungkin. Siapa pun pasti akan mengalami hal seperti, apabila penyakit ini akan terjadi pada diri sendiri. Yang penyakit ini sama halnya seperti dengan kurang darah. Bagi yang memiliki darah tensi yang rendah akan mengalami hilangnya kesadaran pada tubuh, dan kejadian inilah yang sering terjadi pada semua penderita penyakit ini.

  • Warna urine gelap

Umumnya warna urine atau air mani pada manusia yang normal atau yang tidak memiliki penyakit apapun di dalam tubuhnya, air kencing tersebut berwarna kuning atau putih. dan jika orang tersebut memiliki penyakit lain, akan mengalami warna gelap pada urinenya. Gejala thalasemia pun akan mengalami kejadian ini. kesehatan tubuh itu memang harus selalu dijaga kesehatannya, agar tidak mengalami penyakit yang tidak diinginkan. Karena dalam suatu penyakit itu, pasti akan memiliki resiko tersendiri. Entah itu akan semakin parah dan bahkan bisa membuat nyawa kalian menjadi terganggu. Dalam hal ini kita harus belajar, bagaimana menjaga pola hidup yang sehat sejak kita berusia dini. Yang nantinya jika dewasa tidak mudah untuk terserang penyakit yang ada.

  • Kulit badan menjadi kuning

Seperti halnya dengan penyakit kuning, yang nantinya pada anggota tubuh akan mengalami kekuningan. Penyakit hati dan liver pun juga akan mengalami gejala ini. gejala thalasemia yaitu mengalami warna kuning di tubuh. Dari bola mata sama kukunya pun akan berubah. Kondisi inilah yang perlu dikhawatirkan untuk semua orang. dan jika sudah mengalami hal seperti ini, kalian bisa melakukan pencegahan dengan secepat mungkin, agar tidak terjadi penyakit ini lebih lanjut. Intinya, bukan hanya penyakit ini saja, yang akan mengalami gejala ini, tetapi ada penyakit lain yang bisa mengalami penyakit yang sama. Dari mulai anak anak sampai orang dewasa pun bisa mengalami kejadian seperti ini.

  • Wajah pucat

Wajah yang pucat itu, seperti setan yang berwarna putih dari muka sampai bibir pun bisa mengalami kepucatan. Gejala thalasemia pun bisa dialaminya dengan hal yang seperti ini. akibat dari kekurangan darah yang ada di dalam tubuh. bukan hanya penyakit ini saja yang akan terjadi hal seperti pada penderita sakit lambung, tifus dan semacamnya bisa mengalami kepucatan bagian wajah. kondisi ini memang sangat tidak bisa ditebak. Wajah pucat ini akan kembali normal, jika penyakit ini berlangsung. Makannya  jangan sampai kalian kekurangan darah. Yang  buah apel bisa dapat dimakan, bagi yang akan mengetahui gejala gejalanya datang.

  • Nafsu makan hilang

Makan yang nafsu nya tidak ada bisa dianggap kala dia sedang memiliki penyakit yang sedang melekat di dalam tubuhnya. Namun hal inilah yang tidak disangka sangka jika bisa juga dijadikan sebagai gejala thalasemia yang dialaminya. Dari mulai anak anak sampai orang dewasa pun bisa mengalami kejadian ini. jadi jangan heran lagi bagi yang baru pertama kali terkena penyakit thalasemia.

  • Lesung

Lesung mempunyai nama lain, berupa cape, lelah, letih, lemas dan lunglai. Semua ini bisa dapat diakibatkan dengan berbagai macam penyebab. Gejala thalasemia juga bisa mengalami kejadian ini. namun seringkali orang yang mengalami seperti ini, bukan berarti terkena thalasemia. Makannya kalian harus mengetahui jenis gejala atau ciri cirinya semuanya.

Gejala Thalasemia

Posted in Thalasemia | Leave a comment

Ciri Ciri Penyakit Thalasemia

Ciri ciri penyakit thalasemia – ciri ciri penyakit thalasemia adalah tanda tanda atau gejala yang bisa menyebabkan penyakit talasemia ini terjadi. Penyakit talasemia adalah penyakit yang terjadi sel darah merah yang menurun. Dan penyakit talasemia ini sama saja dengan penyakit anemia dan penyakit hipotensi.

penyakit thalasemia

Penyebab talasemia adalah bisa disebabkan oleh faktor genetik. Setelah itu, ada juga cara mencegah dari penyakit talasemia ini, dengan cara mengkonsumsi makanan yang memiliki sifat penambah darah merah, seperti kacang almond, sayur, dan ikan. Serta juga ada obat talasemia tradisional dan herbal, tanpa menggunakan efek samping, yaitu dengan menggunakan daun sirsak. Dan berikutnya, ada ciri ciri penyakit thalasemia ini.

Ciri ciri penyakit thalasemia 

Selain dengan pernyataan yang tertera diatas, ada beberapa ciri ciri penyakit thalasemia ini. Dan berikut ciri cirinya adalah :

  • Dapat mengalami penyakit kuning

Ciri ciri penyakit thalasemia adalah dapat mengalami penyakit kuning pada bagian tubuh. penyakit kuning ini, bisa terjadi karena adanya penyakit liver. Jenis ciri ciri inilah yang bisa mendatangkan terjadinya penyakit talasemi ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit talasemia. Yang dasarnya, penyakit talasemia ini, bisa berbahaya, bagi kesehatan tubuh.

  • Dapat mengalami perut yang bengkak

Ciri ciri penyakit thalasemia adalah dapat mengalami perut yang bengkak. Perut yang bengkak ini, bisa dialami oleh siapa saja, bagi yang sudah mengalami penyakit talasemia. Jenis ciri ciri inilah yang bisa mendatangkan terjadinya penyakit talasemi ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit talasemia. Yang dasarnya, penyakit talasemia ini, bisa berbahaya, bagi kesehatan tubuh.

  • Dapat mengalami air seni yang gelap

Ciri ciri penyakit thalasemia adalah dapat mengalami air seni yang berwarna gelap. Air seni yang gelap ini, akan dialami oleh siapa saja, bagi penderitan penyakit talasemia. Jenis ciri ciri inilah yang bisa mendatangkan terjadinya penyakit talasemi ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit talasemia. Yang dasarnya, penyakit talasemia ini, bisa berbahaya, bagi kesehatan tubuh.

  • Dapat mengalami rasa cape

Ciri ciri penyakit thalasemia adalah dapat mengalami rasa cape. Cape ini biasanya, juga bisa disebabkan oleh kegiatan atau aktivitas yang cukup padat. Rasa cape ini bisa dialami oleh siapa saja, bagi yang sudah mengalami penderita penyakit talasemia. Jenis ciri ciri inilah yang bisa mendatangkan terjadinya penyakit talasemi ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit talasemia. Yang dasarnya, penyakit talasemia ini, bisa berbahaya, bagi kesehatan tubuh.

  • Dapat mengalami muntah

Ciri ciri penyakit thalasemia adalah dapat mengalami muntah muntah. Muntah muntah ini, akan dialami oleh siapa saja, bagi yang sudah mengalami penderita penyakit talasemia. Jenis ciri ciri inilah yang bisa mendatangkan terjadinya penyakit talasemi ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit talasemia. Yang dasarnya, penyakit talasemia ini, bisa berbahaya, bagi kesehatan tubuh.

  • Dapat mengalami pusing kepala

Ciri ciri penyakit thalasemia adalah dapat mengalami pusing kepala. Pusing kepala ini, bisa dialami oleh siapa saja, bagi yang sudah mengalami penyakit talasemia. Dan pusing kepala ini, bisa juga terjadi karena kurangnya istirahat yang cukup. Jenis ciri ciri inilah yang bisa mendatangkan terjadinya penyakit talasemi ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit talasemia. Yang dasarnya, penyakit talasemia ini, bisa berbahaya, bagi kesehatan tubuh.

  • Dapat mengalami rambut rontok

Ciri ciri penyakit thalasemia adalah dapat mengalami rambut rontok. Bahkan bisa menyebabkan rambut rontok parah. Rambut rontok ini, bisa dialami oleh siapa saja, bagi yang sudah mengalami penyait talasemia. Biasanya rambut rontok ini, bisa disebabkan oleh penyakit tifus. Jenis ciri ciri inilah yang bisa mendatangkan terjadinya penyakit talasemi ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit talasemia. Yang dasarnya, penyakit talasemia ini, bisa berbahaya, bagi kesehatan tubuh.

  • Dapat mengalami kepucatan pada wajah

Ciri ciri penyakit thalasemia adalah dapat mengalami kepucatan pada wajah. Pucatnya wajah ini, akan dialami oleh siapa saja, bagi yang sudah mengalami penderitan penyakit talasemia. Jenis ciri ciri inilah yang bisa mendatangkan terjadinya penyakit talasemi ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit talasemia. Yang dasarnya, penyakit talasemia ini, bisa berbahaya, bagi kesehatan tubuh.

Ciri Ciri Penyakit Thalasemia

Posted in Thalasemia | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyebab Thalasemia

Penyebab thalasemia – penyebab thalasemia adalah beberapa penyebab yang bisa menyebabkan penyakit ini datang dan muncul. Penyakit ini bisa disebut dengan penyakit anemia. Penyakit ini adalah jenis penyakit yang sel darah merah mengalami kekurangan. Gejalanya adalah akan mengalami sesak nafas, wajah akan mengalami kepucatan, dan akan mudah mengalami rasa lelah.

thalasemia

Selain penyebab thalasemia ini, ada juga cara mencegah penyakit ini adalah dengan cara memakan makanan yang bersifat menaikkan darah yang rendah, seperti daging merah. Tetapi dalam mengkonsumsinya jangan terlalu banyak, karena juga bisa menyebabkan penyakit hipertensi. Obat untuk penyakit ini, juga bisa menggunakan kulit manggis.

Penyebab thalasemia 

Selain dengan pernyaataan yang diatas, ada beberapa penyebab thalasemia ini. Dan berikut penyebabnya adalah :

  • Akan menyebabkan penyakit bagi yang sedang hamil

Salah satu penyebab thalasemia adalah bisa menimbulkan berbagai macam penyakit bagi yang sedang hamil. Hal ini disebabkan karena adanya penyerapan makanan yang mengandung vitamin serta zat besi. Oleh sebab itu, hindarilah makanan tersebut bagi yang sedang hamil, agar terhindar dari penyakit anemia ni atau sering disebut juga penyakit kurang darah merah.

  • Bisa disebabkan karena datangnya menstruasi pada wanita

Salah satu penyebab thalasemia adalah karena datangnya menstruasi atau datang bulan pada wanita yang berlebihan pada saat mengeluarkan darah kotor. Hal ini bisa disebabkan karena adsanya faktor yang terdapat pada makanan. Faktor tersebut adalah karena kurangnya asupan zat besi yang terdapat pada makanan tersebut. Oleh sebab itu, Anda harus mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi agar terhindar dari penyakit anemia ini, atau tehindar dari penyakit kurang darah merah.

  • Kurangnya asupan yang mengandung asam folat

Salah satu penyebab thalasemia adalah karena kurangnya makanan yang mengandung asam folat. Makanan yang mengandung asam folat adalah makanan yang berupa sayuran hijau yang mentah dan segar, dan terdapat makanan yang ada di dalam organ hewan seperti kambing, sapi dan kerbau. Organ yang dimaksud adalah hati. Oleh sebab itu, Anda harus mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat, agar terhindar dari penyakit anemia ini atau penyakit yang disebabkan karena kurangnya darah merah.

  • Jarang mengkonsumsi makanan yang mengandung empat sehat lima sempurna

Salah satu penyebab thalasemia adalah karena kurangnya asupan makanan yang mengandung empat sehat lima sempurna. Makanan yang mengandung empat sehat lima sempurna adalah makanan yang terdapat kadungan berupa serat, protein, vitamin, serta karbohidrat. Makanan tersebut berupa makanan sayur sayuran, makanan ikan, telur, daging serta minuman susu. Oleh sebab itu Anda harus mengkonsumsi makanan tersebut, agar terhindar dari penyakit anemia ini, penyakit kurang darah merah ini.

  • Kurangnya asupan zat besi

Salah satu penyebab thalasemia adalah karena kurangnya asupan makanan yang di dalamnya mengandung kandungan berupa zat besi. Oleh sebab itu, Anda harus mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, agar terhindar dari penyakit kurangnya darah merah atau sering disebut juga dengan penyakit anemia ini.

  • Bisa disebabkan oleh faktor genetik

penyebab thalasemia adalah bisa disebabkan oleh faktor genetik. Faktor genetik adalah faktor yang bersifat turun menurun dari anggota keluarga. Biasanya penyakit yang disebabkan oleh faktor genetik ini, sulit sekali untuk disembuhkan. Jenis penyebab inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit ini. Yang dasarnya, penyakit ini bisa berbahaya, jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

  • Bisa disebabkan penyakit kronis

Sala satu penyebab thalasemia adalah bisa disebabkan penyakit kronis yang sangat berbahaya. Penyakit kronis ini berupa penyakit ginjal, penyakit lupus, penyakit kanker, penyakit artritis rematk, penyakit pada kelenjar tiroid, dan berbagai macam dan jenis lainnya, yang bisa mengakibatkan penyakit ini terjadi. Jenis penyebab inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit ini terjadi. Oleh sebab itu, Anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan tubuh atau badan dengan baik dan benar, agar tidak mudah mengalami penyakit ini. Yang dasarnya, penyakit ini bisa berbahaya jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan atau penanganan yang tepat dan cepat.

  • Bisa disebabkan dengan penyakit lambung

Salah satu penyebab thalasemia adalah bisa disebabkan penyakit lambung atau penyakit gastrektomi. Penyakit ini disebabkan karena adanya penyakit kurang darah yang disebabkan karena kurangnya asaupan yang mengandung vitamin B12, dan kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi.

  • Seringnya menggunakan obat obattan

Salah satu penyebab thalasemia dalah karena seringnya menggunakan obata obattan yang tidak tahu asal usulnya. Jika Anda sering menggunakan obat obattan yang berguna untuk menyembuhkan penyakit anemia ini, sangat tidak baik juga bagi tubuh atau badan Anda. Dan dengan seringnya mengonsumsi obat obattan bisa menghilangkan asupan makanan yang telah kita makan yang di dalamnya mengandung vitamin serta zat besi.

  • Bisa disebabkan penyakit pada saluran pencernaan

Salah satu penyebab thalasemia adalah bisa disebabkan penyakit pada saluran pencernaan Anda. Penyakit saluran pencernaan, berupa bisa menimbulkan penyakit anemia, bisa menyebabkan penyakit peradangan pada usus buntu, dan bisa mengakibatkan penyakit gastritis.

Penyebab Thalasemia

Posted in Thalasemia | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Thalasemia

Penyakit Thalasemia – Thalasemia merupakan suatu penyakit yang berbahaya. Penyakit thalasemia bisa terjadi karena ada nya faktor keturunan keluarga. Penyakit thalasemia merupakan ada nya kelainan pada sel darah merah, atau sama dengan penyakit anemia. Dan jika memiliki penyakit thlasemia maka penderita nya akan merasakan, lemah, lemas, dan kulit juga akan terlihat pucat. Sebenar nya thalasmeia bisa di cegah, dengan tidak menikahi seseorang yang sama memiliki jenis karier thalasemia. Karena ketika menikah dengan seseorang yang sama sama memiliki karier thalasemai maka sudah di pastikan jika akan menurun ke anak yang telah di lahirkan.

thalasemia

Jenis thalasemia

Ada dua jenis thalasemia yang dapat di bedakan, yaitu

  • Thalasemia alfa

Jenis thalasemia alfa merupakan terdapat kelainan pada delasi kromoson 16. Dan thalasemia alfa merupakan kekurangan dari sintesi rantai alafa. Karena saat mengalami thalasemia alfa merupakan penurunan dari rantai alfa globin. Sehingga rantai beta dan gamma yang harus normal nya berpasangan, jika mengalami hal ini maka tidak dapat berpasangan dalam jumlah yang banyak.

  • Thalasemia beta

Jika anak anak yang mengalami penyakit thalasemia beta maka akan mengalami anemia yang sangat berat. Karena pada thalasemia beta kan mengalami penurunan sintesis rantai beta. Selain itu juga thalasemia beta memiliki beberapa tingatan , yaitu mayor, intermedia, dan juga karier. Jika anak anak yang mengalami thalsemi beta maka seumur hidup nya harus menjalani tranfusi darah.

Gejala penyakit thalasemia

  • Lemas
  • Mudah lemah
  • Anggota tubuh terlihat pucat, karena kekurangan darah merah
  • Kulit akan berubah menjadi kuning
  • Tulang wajah memiliki kelainan wajah, tidak seperti pada orang kebanyakan
  • Pertumbuhan yang lambat
  • Pembengkakan perut karena limpa membengkak
  • Urin akan gelap, seperiti penderita penyakit kanker otak

Makanan yang tidak boleh di konsumsi oleh penderita thalasemia

  • Alkohol

Sudah jelas minuman alkhol di larang untuk penderita thalasemia, sebenar nya untuk orang normal sekalipun tidak boleh mengkonsusmi alkohol. Karena alkohol dapat menyebabkan penyakit vertigo, dan juga akan semakin memperparah penyakit thalasemia.

  • Telur

Telur yang di hasilkan dari unggas ayam ataupun unggas bebek, tidak boleh di konsumsi. karena telur ayam ataupun telur bebek dapat menyebabkan penyakit thalasemia semakin parah.

  • Sayuran hijau

Jenis sayuran yang memiliki warna hijau sebaik nya juga tidak di konsumsi pada penderita penyakit thalasemia. Karena walaupun sayuran hijau bagus untuk mencegah penyakit kanker, ternyata dapat menyebabkan penyakit thalasemia akan semakin buruk keadaan nya.

  • Hati hewan

Hati hewan yang biasa nya di konsumsi karena memiliki kandungan lemak yang rendah, sehingga bisa di jadikan sebagai menu diet anda sehari hari, ternyata tidak boleh di konsumsi pada penderita penyakit thalasemia. Karen hati ayam yang memiliki lemak yang rendah tidak bagus untuk penderita thalasemia. Karena dapat menambah buruk keadaan penyakit thalasemia.

  • Gandum

Gadum juga umum nya di gunakan untuk menu diet yang bagus untuk menurunkan berat badan. Karena ketika mengkonsumsi gandum dapat membuat rasa kenyang bertahan lama, sehingga tidak mudah mengemil, yang merupakan salah satu penyabab berat badan naik. Selain itu juga gandum memiliki kandungan gizi yang banyak, namun  kandungan gizi yang banyak tidak dapat menutupi untuk memperbuk keadaan penyakit thalasemia.

  • Daging merah

Daging merah seperti daging sapi juga tidakboleh untuk di konsumsi pada penderita penyakit thalasemia, karena daging sapi memiliki banyak serat bahkan serat berlebih, sehingga dapat memperburuk keadaan penyakit thalasemia. Selain itu juga jika memakan daging merah terlalu banyak juga dapat membuat penyakit wasir terjadi.

Makanan yang boleh di konsumsi thalasemia

Thalasemia merupakan penyakit yang tidak boleh mengkonsumsi makanan yang sembarangan, karena dapat memperburuk keadaan penderita thalasemia.

  • Daging ayam

Jika daging merah memang dilarang untuk di konsusmi. Maka anda boleh mengkonsumsi daging putih atau daging ayam untuk menambah kandungan protein untuk tubuh anda, karena ayam memiliki kadungan protein yang tinggi yang baik untuk tubuh. sehinga sangat bagus untuk mengkonsumsi ayam.

  • Sayuran berwarna cerah

Sayuran hijau juga di larang untuk di konsusmi, namun bukan berarti tidak memakan sayur. Karena sayur tidak memiliki warna hijau saja. jika ingin mengkonsumsi sayur sebaik nya mengkonsumsi kol, sawi, atau bayam. Karena bayam memiliki kandungan zat besi yang tinggi, dan bagus untuk di kosnumsi untuk penderita thalasemia, karena saat transfusi darah akan membuat menurun kan kadar zat besi pada tubuh sehingga anda harus banyak mengkonsusmi makan yang mengadung zat besi seperti bayam. Namun harus di ingat jika waktu nya untuk transfusi darah, sebaik nya tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, karena dapat membuat fungsi jantung dan hati akan rusak.

  • Umbi umbian

Umbi umbian memang bagus untuk di konsumsi. karena umbu umbian seperti wortel, labu, bengkoang dan juga lobak banyak mengandung vitamin yang bagus untuk kesehatan tubuh.

  • Susu

Susu murni juga bagus untuk di konsumsi. selain untuk menguatkan tulang karena mengandung banyak kalsium. Juga bagus untuk penderita thalasemia.

  • Keju

Keju merupakan makanan olahan dari susu yang telah di fermentasikan, sehingga bagus untuk di konsusmi untuk penderita thalasemia.

Posted in Thalasemia | Tagged , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Thalasemia

Gejala Penyakit Thalasemia – Penyakit thalasemia merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena terjadinya suatu ganguan pada produksi hemoglobin dan juga disebabkan karena genetic atau keturunan. Penyakit thalasemia ini biasanya ditandai dengan penyakit anemia, terjadinya pembesaran pada limfa, dan bentuk tulang yang tidak normal, serta terjadi gangguan pertumbuhan.  Jenis penyakit thalasemia dibagi menjadi dua, yakni penyakit thalasemia minor dan penyakit thalasemia mayor. Pada penyakit thalasemia minor biasanya ada suatu gen globin yang sifatnya normal dan juga suatu gen yang sifatnya tidak normal. Elektroforesis dari hemoglobin (Hb) normal. Gejala penyakit thalasemia diantaranya adalah anemia. Mengapa ditandai dengan penyakit anemia?

Gejala Penyakit Thalasemia

Gejala Penyakit Thalasemia

Gejala Thalasemia

Gejala penyakit thalasemia salah satunya dengan ditandai sebagai penyakit anemia misalnya adalah muka pucat, susah tidur, lemas dan lesu, nafsu makan yang berkurang, infeksi yang terjadi namun secara berulang. Selain ditandai dengan anemia, gejala penyakit thalasemia adalah jantung berdebar. Jantung yang terlalu keras dalam melakukan tugasnya untuk memenuhi kebutuhan dari hemoglobin dan juga semakin lama jantung akan lemah dan akan berdebar-debar. Kelainan pada tulang yang kemudian akan mengalami penipisan dan juga kerapuhan. Biasanya sel darah yang diproduksi dalam sumsum tulang.

Pada kondisi penderita penyakit thalasemia biasanya sumsum tulang akan dipaksa bekerja menjadi lebih keras untuk melakukan pembentukan hemoglobinnya menjadi lebih banyak. Pada mereka yang menderita penyakit thalasemia yang sifatnya berat atau mayor, biasanya penampakan dari penderita thalasemia mayor adalah batang hidung yang agak melesak masuk ke dalam.

Penyakit thalasemia kedengarannya cukup awam bagi mereka yang tak mengenal asal usul penyakit ini, namun dari beberapa data  di Indonesia sendiri untuk penderita thalasemia ternyata cukup banyak yang berasal dari turunan gen orang tua yang memiliki riwayat penyakit thalasemia ini yang memiliki resiko penurunan kepada anak hingga ditemukan 6-10 % penduduk Indonesia pembawa gennya.

Thalasemia termasuk dalam jenis penyakit darah, gejala dan terjadinya thalasemia hampir sama dengan anemia. Thalasemia juga sering disebut sebagai penyakit peradaban dari penyakit anemia akut. Thalasemia terjadi akibat dari adanya gangguan pada aktivitas di dalam sel darah merah dalam sintesis / pembentukan hemoglobin yang kemudian mengakibatkan kerusakan pada sle darah.

Penderita thalasemia umumnya memiliki jumlah hemoglobin yang sangat kurang bahkan hampir tidak ada sama sekali. Oleh karenanya, penderita thalasemia melakukan transfusi darah secara rutin.

Gejala Penyakit Thalasemia – Penderita thalasemia pada tahap awal dapat disembuhkan dengan cara melakukan transplantasi sumsum tulang atau menggunakan teknologi punca yang baru-baru ini ditemukan oleh para medis. Sel punca ini merupakan sel induk dalam tubuh yang dapat berkembang menjadi sel darah.

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mendeteksi gejala penyakit thalasemia adalah dengan melakukan diagnosa. Namun, diagnosa pada penderita penyakit thalasemia ini agak sukar dibandingkan pada penyakit hemoglobin lainnya. Biasanya perhitungan dari jenis darah yang sifatnya lengkap atau komplit ini akan ditunjukkan dengan rendahnya anemia dan juga rendahnya MCV atau mean corpuscular volume. Elektroforesa yang bisa membantu, namun tidak pasti dan yang paling utama untuk alfa-thalasmeia. Oleh sebab itu diagnosis ini biasanya terjadi berdasarkan kepada suatu pola herediter dan juga yang dilakukan pemeriksaan hemoglobin  khusus.

Pemeriksaan Thalasemia

Hal yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang menderita penyakit thalasemia adalah dengan melakukan pemeriksaan laboratorium. Hal ini merupakan salah satu hal yang sangat penting karena berdasarkan dari penampilan sebagian besar yang bisa menjadi pembawa thalasmeia yang tidak bisa dibedakan dengan orang yang normal. Selain itu, pemeriksaan darah tadi meliputi pada darah secara rutin atau yang disebut dengan complete count blood atau CBC dan juga analisa pada hemoglobin.

Pemeriksaan darah yang dilakukan bisa memberikan suatu penilaian dasar komponen dari sel darah, yang paling utama adalah jumlah dari sel darah merah dan juga kandungan pada hemoglobin atau Hb. Penderita thalasemia biasanya akan mempunyai jumlah sel darah merah yangs ehat dan juga kandungan dari Hb yang jauh lebih sedikit serta nilainya normal. Pada pemeriksaan gambaran darah tepi, maka biasanya akan terlihat bahwa penderita penyakit thalasemia mempunyai bentuk dari sel darah merah yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan sel darah merah normal. Analisan pada hemoglobin yang bisa membantu mengukur dari jumlah komponen Hb dalam keadaan normal yang sedang dibentuk dan kemudian mendeteksi adanya suatu pembentukan dari Hb yang tidak normal.

Selain dengan melakukan pemeriksaan darah seperti diatas, dokter biasanya akan merekomendasikan dalam melakukan pemeriksaan zat besi dalam darah untuk bisa membedakan apakah penyakit anemia disebabkan dari kekurangan besi atau penyakit thalasemia.

Mengingat penyakit thalasemia adalah salah satu jenis penyakit faktor genetik, maka anamnesis yang dilakukan mengenai dari riwayat kesehatan keluarga si penderita penyakit thalasemia haruslah dilakukan untuk bisa membantu proses diagnosis thalasemia. Jika memang ada hasil siwayat keluarga penderita penyakit thalasemia dan juga menginginkan untuk bisa mempunyai anak dan keturunan, maka ada baiknya jika melakukan konsultasi dan pemeriksaan terlebih dahulu ke dokter untuk menentukan dari sebagian besar resiko yang bisa menurunkan penyakit talasemia tadi pada anak yang dilahirkannya nanti.

Gejala Penyakit Thalasemia

Posted in Thalasemia | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Thalasemia Pada Anak

Thalasemia Pada AnakThalasemia merupakan salah satu penyakit menahun yang diturunkan dalam keluarga dan penyakit thalasemia memang merupakan penyakit yang diwariskan oleh gen orang tua atau salah satu gen orang tua.

Penyakit Thalasemia

Penyakit thalasemia juga sering dikaitkan oleh anemia dimana penyebab anemia disebabkan oleh kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah merah darah dalam darah menurun atau jumlahnya berkurang. Hemoglobin berfungsi untuk mengikat dan membawa oksigen ke seluruh tubuh. Hemoglobin sendiri tersusun dari 2 jenis rantai protein yakni rantai protein alpha globin dan rantai protein beta globin. Bila yang terganggu pembentukannya adalah rantai protein alpha globin, maka thalasemia yang timbul disebut thalasemia beta. Kedua tipe ini bisa ditemukan dalam bentuk ringan hngga berat.

Thalasemia Pada Anak

Thalasemia Pada Anak

Thalasemia adalah penyakit genetik yang menyebabkan kelainan sel darah merah. Akibatnya, anak selalu kekurangan darah (anemia) yang ditandai rendahnya kadar hemoglobin. Pada thalasemia yang berat, anak harus melakukan tranfusi darah seumur hidupnya.

Penyakit Thalasemia Pada Anak akan mengakibatkan kelainan pada cacat organ tubuh seperti bentuk jari tangan atau kaki yang ukuran jarinya atau susunan jari kaki tidak normal, atau kecacatan fisik. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini

Penyakit thalasemia yang khususnya adalah jenis penyakit thalasemia mayor lebih identik dengan terjadinya kematian akibat suatu penumpukan zat yang bisa mengganggu bagian organ jantung dan juga penderita biasanya akan menunjukkan suatu gejala yang khusus, yakni adalah seperti badannya yang agak lebih susah dalam berkembang. Hany secara medis saja kita bisa tahu bahwa penyakit thalasemia mayor berakhir dengan penyakit kematian. Paling tidak mereka bisa bertahan sekitar 10-20 tahun. Dalam strategi pencegahan penyakit thalasemia, maka kita bisa mencegah terjadinya penyakit talasemia agar tidak terjadi. Tahap yang pertama dilakukan adalah dengan cara melibatkan suatu pengembangan secara kaedah yang sesuai dengan diagnosis dari pranatal dan juga dengan menggunakannya dengan tujuan untuk bisa lebih mengenal pasangan dengan resiko tinggi penyakit thalasemia yang sudah punya anak dengan kasus penyakit thalasemia. Dan tahap keduanya adalah dengan melibatkan penyaringan pada penduduk mengenai pengenalan secara pasti antara pembawa dan juga memberikan penjelasan kepada mereka yang mempunyai suatu resiko. Seterusnya akan menyediakan suatu diagnosis pranatal yang sebelumnya mereka sudah mempunyai anak-anak yang mengidap penyakit thalasemia. Hal ini akan membantu dalam menurunkan jumlah bayi yang terkena penyakit thalasemia.

Pengobatan Thalasemia

Memang hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti obat thalasemia dan pengobatan yang bisa dilakukan untuk menyembuhkannya secara total. Pengobatan yang dilakukan dengan transfusi darah biasanya diberikan jika kadar dari Hb memang sudah rendah kurang dari jumlah 6 g% atau jika anak Anda mengeluhkan tidak mau makan dan badan yang lemah.

Untuk membantu mengeluarkan besi dari jaringan di dalam tubuh, maka biasanya akan diberikan iron chelating agent, yakni adalah desferal yang diberikan secara intramuskular atau juga intravena. Splenektomi ini dilakukan pada anak yang berusia lebih dari 2 tahun dan tua, sebelum didapatka suatu gejala dari hipersplenisme atau juga hemosiderosis. Jika kedua tanda ini sudah menunjukkan gejala, maka splenektomi sudah tidak akan ada manfaatnya lagi. Sesudah melakukan cara ini, frekuensi dari transfusi darah biasanya akan dilakukan lebih jarang. Dan jika diberikan juga bermacam-macam jenis vitamin, namun preparat dengan kandungan besi merupakan salah satu indikasi yang paling kontra.

Pada laboratorium klinik, kadar dari Hb yang bisa ditentukan dengan melakukan beberapa cara :

  1. Cara kolorimetrik misalnya dengan melakukan sianmethemoglobin (HiCN)
  2. Cara oksihemoglobin (HbO2)

Pemeriksaan kadar Hb yang dilakukan dengan melakukan cara sianmetheglonin. Cara ini merupakan salah satu cara yang sangat mudah dilakukan. Dan selain itu juga mempunyai  suatu standar yang stabil dan bisa mengukur dengan lebih pasti mengenai jenis Hb terkecuali pada sulfhemoglobin. Metode sahli yang dilakukan berdasarkan dari suatu pembentukan hematin asam yang sangat tidak dianjurkan lagi akibat kesalahan besar yang pernah terjadi, alat yang tidak sesuai dengan standarisasi dan juga tidak semua jenis dari Hb bisa diubah menjadi ke bentuk hematin asam misalnya adalah seperti karbokshemoglobin, metehemoglobin, dan sulfhemoglobin.

Terapi yang dilakukan untuk penyakit thalasemia pada anak adalah dilakukan dengan teratur untuk bisa membantu dalam mempertahankan kadar Hb yang berada diatas 10 g/dl. Regimen dari hiper transfusi ini biasanya mempunyai suatu keuntungan secara klinis yang lebih nyata dan bisa memungkinkakn terjadinya aktivitas secara normal dan juga lebih nyaman. Membantu mencegah terjadinya ekspansi sumsum tulang dan juga masalah dalam hal kosmetik progresif yang berhubungan dengan suatu perubahan pada deformitas muka dan membantu meminimalkan dilatasi jantung atau penyakit osteopororis.

Pemberian transfusi darah yang dilakukan untuk penyakit thalasemia pada anak dengan dosis 15-20 ml/kg sel darah marah biasanya terpampat biasanya dibutuhkan sekitar 4-5 minggu. Uji silang yang memang harusnya dilakukan untuk bisa membantu mencegah terjadinya alloimunisasi dan jga mencegah terjadinya reaksi dalam hal transfusi. Lebih baik menggunakan PRC yang relatif lebih segar walaupun memang membutuhkan tingkat hati-hati yang lebih tinggi.

Thalasemia Pada Anak

Posted in Thalasemia | Tagged , , , , | Leave a comment